29 September 2020

Sembilan Pejabat di Lingkup STAHN Mpu Kuturan Singaraja Dilantik

SINGARAJA, HUMAS-Sebanyak sembilan pejabat tenaga pendidik dan kependidikan di lingkup STAHN Mpu Kuturan Singaraja dilantik dan diambil sumpah jabatan pada Selasa (11/8) pagi. Mereka dilantik langsung oleh Ketua STAHN Mpu Kuturan Singaraja, Dr. Gede Suwindia, S.Ag, M.A di auditorium kampus.

Sebelumnya, keran pendaftaran untuk sembilan posisi jabatan di lingkup STAHN Mpu Kuturan Singaraja diumumkan oleh Panitia Seleksi kepada seluruh sivitas akademika melalui proses melamar. Mereka yang telah melamar dan dinyatakan memenuhi kriteria, selanjutnya menjalani tes wawancara yang dilakukan langsung oleh ketua, hingga akhirnya terpilih sembilan pejabat.

Mereka yang dilantik diantaranya Wakil Ketua I Bidang Akademik dan Kelembagaan, Dr. Drs. Made Sedana, S.Pd, M.Pd. Selanjutnya Wakil Ketua II Bidang Keuangan dan Sumberdaya dijabat oleh Ida Made Windya, S.Ag, M.Ag, Wakil Ketua III Bidang Kemahasiswaan dan Kerjasama dijabat oleh Ida Bagus Wika Krishna, S.Ag, M.Si.

Selanjutnya posisi Ketua Jurusan Dharma Duta dijabat oleh Nyoman Suardika, S.Ag, M.Fil.H, Ketua Jurusan Dharma Acarya dijabat oleh IG. Agung Jaya Suryawan, S.Ag, M.Ag, Ketua Jurusan Brahmawidya dijabat oleh Dr. Drs. I Wayan Gata, M.Pd dan Ketua Jurusan Dharma Sastra dijabat oleh Dr. Dra, Ni Luh Gede Hadriani, M.Si.

Kemudian untuk posisi Kepala Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (P3M) dijabat oleh Dr. Drs, I Nyoman Raka, M.Pd dan Kepala Pusat Penjaminan Mutu (P2) dijabat oleh Dr. Putu Sanjaya, S.Ag, M.Pd.H.

Dalam pelantikan itu, Gede Suwindia berpesan agar pejabat yang dilantik memiliki visi yang sama dalam bekerja memajukan lembaga. Terlebih STAHN memiliki spirit yang berlandaskan atas Tri Kaya Parisudha.

“Penting saya tekankan bahwa tugas dan manah yang dimabil adalah tugas secara sekla dan niskala. Apalagi kita ada di STAHN Mpu Kuturan. Kita harus menanamkan pondasi yang kuat tentang nilai-nilai moral, etika, karena memang filosofi lembaga kita berdasarkan Tri Kaya Parisuda,” ujar Suwindia.

Ditambahkan Suwindia, seluruh sivitas akademika diminta untuk tidak berjalan sendiri-sendiri dalam meraih tujuan. Namun lebih mengedepankan aspek kolaborasi. “Hapuskan ego sektoral. Sebab, jika ego sektoral dijalankan, maka akan menjadi hambatan bagi STAHN Mpu Kuturan Singaraja,” imbuhnya.

Ia menilai, jabatan adalah amanah, sifatnya temporari. Sehingga dilakukan sepenuh hati untuk melakukan pelayanan yang sesuai rel. Sehingga tidak lagi ada pejabat yang berbuat sewenang wenang menggunakan kewenangan dengan melabrak aturan.

“Di kementrian Agama sudah memiliki lima budaya kerja. Seperti integritas, profesionalitas, inovasi, tanggungjawab dan keteladanan. spirit inilah yang perlu diterapkan,” pungkasnya. (mar/hms)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *