29 September 2020

OJK Ingatkan Tak Tergiur Investasi Bodong Sosialisasikan ke Ratusan Mahasiswa STAHN


SINGARAJA-Maraknya investasi bodong membuat Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Kantor Perwakilan Bali-Nusra melakukan sosialisasi kepada ratusan mahasiswa di STAHN Mpu Kuturan Singaraja, Jumat (13/3). Sosialisasi yang menggandeng Anggota DPR-RI Komisi XI ini menekankan agar masyarakat lebih cerdas sebelum memutuskan untuk berinvestasi.

Acara yang berlangsung di Aula STAHN Mpu Kuturan Singaraja, Jalan Pulau Menjangan, Kelurahan Banyuning menghadirkan narasumber dari Kepala OJK Regional Bali-Nusra, Elyanus Pongsoda, Anggota DPR-RI Komisi XI, I Gusti Agung Rai Wirajaya, Akademisi, Dewi Bunga dan Ketua Jurusan Dharma Duta, I Made Sedana.

Dalam sosialisasi bertema “Peran Otoritas Jasa Keungan dalam Mencegah Terjadinya Investasi Bodong di Indonesia” tersebut, Elyanus tak menampik jika di Bali pernah mencuat kasus investasi illegal. Masyarakat sebut Elyanus wajib mengecek perijinan dari investasi tersebut sebelum memutuskan untuk berinvestasi.

“Perhatikan legalitasnya. Apakah ada perijinannya saat ditawarkan. Ijinnya dari mana? Apakah dari Departemen Perdagangan, Koperasi, OJK atau lembaga lain. Karena tidak semua yang bergerak di bidang investasi itu di bawah OJK. Karena OJK kan mengawasi perbankan, industri keuangan bukan bank dan pasar modal,” ujar Elyanus.

Lanjut Elyanus, masyarakat juga harus berpikir logis sebelum berinvestasi. Semisal dengan mengamati tingkat suku bunga saat ditawarkan untuk berinvestasi. Artinya, jika ada investasi yang menawarkan suku bunga sangat tinggi, maka wajib dipertanyakan.

“Karena tidak mungkin ada investasi yang menawarkan suku bunga tinggi dalam waktu singkat. Sekian persen per bulan, sekian persen per minggu, itu perlu dipertanyakan. Boleh langsung hubungi OJK ke call centre 157, pasti dilayani apakah lembaga investasi itu terdaftar atau tidak,” jelasnya lagi.

Sementara itu Anggota DPR-RI Komisi XI, I Gusti Agung Rai Wirajaya menjelaskan pihaknya selaku mitra kerja dari lembaga keuangan dan perbankan wajib melakukan sosialisasi menyasar masyarakat. Langkah ini untuk meminimalisir kembali jatuhnya korban atas penipuan investasi bodong.

“Jangan asal ikut-ikutan, rame-rame karena ikut tokoh tertentu sehingga menjadi korban penipuan. lebih baik berhati-hati, daripada uang kita hilang tidak jelas. Tidak ada salahnya selalu waspada dan menelusuri lembaga investasi itu ke OJK,” jelasnya.

Ia menilai, peran OJK sudah bekerja sangat maksimal untuk melakukan pengawasan terhadap lembaga keuangan di Indonesia. Khususnya perbankan di Bali seperti Bank BPD Bali dan BPR yang terbukti menjadi lokomotif perekonomian di Bali. “Terutama sudah melakukan pengawasan dengan ketat untuk mencegah investasi bodong,” imbuh politisi PDIP asal Denpasar ini.

Pihaknya pun mendorong MoU antara Menperindag dengan Satgas Waspada Investasi untuk mengantisipasi merebaknya investasi bodong di Indonesia. “Jangan berburu sesuatu yang instan. Tapi bagaimana juga jerih payah dalam bekerja dan berkeringat sehinga hasilnya bisa kita banggakan,” himbaunya. (mar/hms)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *