29 September 2020

Imbas Covid-19 Pelantikan PNS Gunakan Teleconference

SINGARAJA, HUMAS STAHNMK-Puluhan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) di lingkup STAHN Mpu Kuturan Singaraja nampak sumringah. Bagaimana tidak, setelah penantian selama setahun, akhirnya mereka dilantik dan diambil sumpahnya secara sah sebagai PNS pada Kamis (9/4) pagi. Menariknya, pelantikan dilakukan via teleconference mengingat penerapan physical distancing di tengah pandemic Virus Corona (Covid-19).
Pelantikan Abdi Negara hasil rekrutmen CPNS 2018 ini dipusatkan di STAHN Mpu Kuturan Singaraja, Jalan Pulau Menjangan Kelurahan Banyuning Singaraja. Sebanyak 69 CPNS yang terdiri dari 67 orang dosen dan 2 orang pegawai mengikuti pelantikan ini.
Dari 69 orang CPNS tersebut, hanya 11 orang yang dilantik secara langsung oleh Ketua STAHN Mpu Kuturan Singaraja di kampus sebagai wujud penerapan physical distancing. Saat pelantikan, mereka juga diwajibkan menggunakan masker. Selebihnya, sebanyak 58 orang CPNS mengikuti pelantikan dari rumah masing-masing dengan menggunakan aplikasi Zoom Meeting.
Ketua STAHN Mpu Kuturan Singaraja, Prof. Dr. Drs. I Made Suweta, M.Si mengatakan, 69 PNS yang dilantik ini sebelumnya telah mengikuti masa percobaan selama 1 tahun sebagai abdi negara. Mereka diangkat terhitung Bulan Maret 2019 lalu dan ditugaskan di sepuluh Program Studi (Prodi).
Namun, karena mewabahnya Virus Corona di Indonesia sejak awal Maret lalu, hingga akhirnya pelantikan diundur. Belakangan, muncul angin segar lewat Surat Edaran (SE) dari Badan Kepegawaian Negara (BKN) nomor :10/SE/IV/2020 tertanggal 2020 tentang Pelantikan dan Pengambilan Sumpah/Janji PNS melalui media elektronik/Teleconference pada masa status tanggap darurat Wabah Corona.
Surat itupun langsung ditindaklanjuti untuk segera dilakukan pelantikan.“Awalnya kami pesimis pelantikan bisa dilaksanakan di tengah wabah Covid-19. Namun sesuai instruksi dari pemerintah melalui Surat Edaran, akhirnya pelantikan bisa dilakukan dengan menggunakan teleconference,” ujar Prof Suweta dalam sambutannya.
Prof Suweta berpesan, dengan dilantiknya sebagai PNS, tanggung jawab dan beban puluhan PNS kian bertambah. Pihaknya pun meminta agar pelayanan terhadap masyarakat tetap dilakukan secara maksimal sebagai wujud tanggung jawab terhadap negara.
“Harus mengutamakan kepentingan negara, kepentingan masyarakat, kepentingan umum, kepentingan publik, daripada kepentingan diri sendiri, kelompok atau keluarga. saudara harus bekerja maksimal, apalagi sebagian besar yang dilantik adalah dosen. Saudara ada di garda terdepan memajukan dan mencerdaskan sumber daya manusia Indonesia,” pesannya.
Kendati wabah Covid-19 yang membuat dosen harus mengajar dari rumah, namun Prof Suweta tetap meminta agar para dosen melakukan inovasi dalam pembelajaran. Sehingga tetap berkontribusi kepada negara di tengah kondisi sulit ini.
“Tetap produktif, mengajar, berionvasi, jalankan tugas sebagaimana mestinya. Semoga negara segera terbebas dari ancaman Covid-19,” pungkasnya. (mar/hms)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *