17 October 2019

Gelar Stadium General, Prodi Bahasa Bali harapakan lahir Sastrawan Muda

Dalam rangka meningkatkan pengetahuan mahasiswa dibidang penciptaan karya sastra, Prodi Sastra Agama dan pendidikan Bahasa Bali menggelar Stadium General. Kegiatan tersebut mendatangkan narasumber Dr. Arief Mulyana, M.Hum dari Universitas Negeri Yogyakarta dan Prof. Dr. I Made Suweta., M.Si, Guru Besar Bidang Linguistik. Kegiatan ini mengambil tema “Ripta Sucita” yaitu berkarya dengan pikiran yang cemerlang.

Menurut Ketua Panita kegiatan Komang Putri Yadnya Diari., SS.M.Pd, yang sekaligus Ketua Prodi Sastra Agama dan Pendidikan Bahasa Bali mengatakan bahwa “kegiatan ini bertujuan untuk memberikan pengetahuan bagi mahasiswa terkait dengan strategi-strategi kreatif dalam upaya penciptaan karya sastra Bali modern, disamping itu kegiatan ini juga diharapakan mampu memberikan motivasi kepada mahasiswa bahwa setelah lulus nanti bukan hanya semata-mata bisa menjadi pendidik saja melainkan peluang-peluang menjadi sastrawan yang terbuka lebar” pungkasnya.

Kegiatan ini dibuka oleh Ketua STAH N Mpu Kuturan Singaraja Prof. Dr. I Made Suweta., M.Si dalam sambutan beliau mengatakan bahwa “ Bali sangat tergantung akan kebudayaannya, para wisawatan datang ke Bali bukan semata untuk mencari keindahan alamnya saja melainkan mencari keindahan budayanya yang sedemikian adiluhung. Bahasa Akasra dan Sastra Bali adalah akar dari kebudayaan tersebut, sehingga eksistensinya harus dijaga bersama terlebih-lebih sebagai mahasiswa yang menggeluti Bahasa Bali wajib menjaga dan mengembangkannya”.

Selanjutnya Dr. Arief Mulyana, M.Hum dalam penyampaian materinya lebih banyak mengetengahkan tentang proses mencipta karya sastra, beliau mengatakan bahwa “ Bahasa Daerah merupakan medium yang sangat baik dalam mengungkapkan ide, ekspresi serta gagasan-gagasan dalam sebuah karya sastra, selanjutnya beliau juga mengatakan bahwa menjadi pembelajar sastra sebaiknya berorientasi pada pengalaman lokal dan harus lebur menyatu dengan materi yang diajarkan. Pembelajar harus menjadi subjek pembelajaran, sehingga bisa mengeksplorasi pengalaman-pengalaman hiduap dalam wilayah local kehidupannya. Dengan demikian karya sastra yang dihasilkannya menjadi cerminan kehidupan lokal sendiri. Untuk sampai kesana, para peminat sastra dan sastrawan harus berproses dengan cara mencipta karya sastra daerah secara kreatif dan inovatif, mengikuti dan bergabung dalam komunitas sastra kreatif, dan mempublikasikan hasil karya ciptanya dalam berbagai media yang sesuai dengan kemajuan jaman saat ini” pungkasnya.

Sementara itu narasumber yang kedua yaitu Prof. Dr. I Made Suweta, M.Si lebih banyak mengulas tentang pentingnya karya sastra dalam mebangun peradaban bangsa, Beliau mengajak seluruh mahasiswa agar terus belajar untuk mengisi diri terutama hal-hal yang berkaitan dengan pengembangan karya sastra. Dengan karya sastra mahasiswa akan dilatih untuk berpikir kreatif serta akan dapat menubuhkan rasa keindahan. Pada bagian akhir Prof. Suweta menekankan pentingnya media dan teknologi dalam upaya pengembangan Bahasa, Aksara dan Sastra Bali terlebih diera 4.0 semua harus berkolaborasi dengan teknologi dan informasi.

Kegiatan ini berlangsung di Aula STAH N Mpu Kuturan Singaraja Senin, (30/09) dengan peserta para Mahasiswa dari Perguruan Tinggi yang memiliki Prodi Bahasa Bali seperi Universitas Udayana, Universitas Pendidikan Ganesha, IKIP PGRI Bali, dan IHDN Denpasar. Pada sesi akhir, masing-masing perwakilan Perguruan Tinggi secara bergantian membaca puisi yang iringi musikalisasi. (hms.suka)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *