9 April 2020

Gelar Pengabdian Masyarakat Puluhan Mahasiswa Ngayah di Acara Metatah

BUSUNGBIU-Puluhan mahasiswa yang tergabung di Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Upakara STAHN Mpu Kuturan Singaraja menggelar pengabdian masyarakat di Geriya Taman Sari Asrama, Desa kekekeran, Kecamatan Busungbiu, Rabu (22/5). Mereka bahu membahu ngayah dalam acara metatah dan pawintenan yang digelar di Geriya Kekeran.

Sebanyak 45 mahasiswa dan 5 orang dosen ikut terlibat di dalamnya. Puluhan mahasiswa itu ikut nyoroh banten (mempersiapkan sarana upakara) jelang prosesi metatah pada Rabu pagi. Kegiatan ini dipimpin langsung oleh Kepala Pusat Penelitian dan Pengabdian pada Masyarakat (P3M) STAHN Mpu Kuturan, Komang Suardika.

Pembina UKM Upakara, Ketut Agus Nova, S.Fil.H, M.Ag menjelaskan, Geriya Kekeran dengan STAHN Mpu Kuturan sudah menjalin kerjasama sejak dulu. Dimana setiap kegiatan keagamaan yang digelar STAHN Mpu Kuturan senantiasa dipuput oleh Ida Pandita Mpu Nabe Dwija Wita Raga Sanyasa dari Geria Taman Sari Asrama, Desa Kekeran.

Puluhan mahasiswa ini turut membantu prosesi metatah dan pawintenan yang diikuti oleh 250-an peserta dari berbagai penjuru Bali.“Kami mulai ngayah dari jam 07.00 Wita pagi dari persiapam Nyoroh Banten, pecaruan, mendak dan nuntun Ida Bhatara, katuran piodal, baru ada upacara natak tiiis dan dilanjutkan dengan metatah.

Sementara itu Kepala P3M STAHN Mpu Kuturan Komang Suardika mengungkapkan selain UKM Upakara, pihaknya juga melibatkan UKM Teater dan UKM Tari. Tak hanya ikut nyoroh banten,  mahasiswa juga turut ngayah mesolah Tari Rejang. Pun dengan dosen turut ngayah mesolah Topeng Sida Karya dan Bondres.

Menurutnya, kegiatan ini merupakan implementasi dari Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya dalam bidang Pengabdian Masyarakat. Momentum inipun sebut Suardika sangat tepat untuk mengaplikasikan ilmu yang diperoleh di bangku kuliah dengan kondisi riil di lapangan.

“Ilmu yang didapatkan mahasiswa di Perguruan Tinggi itu harus diaplikasikan. Dan dikawinkan dengan realisasi di masyarakat. Karena memang teori dan praktek kadang berbeda. Terlebih Hindu menganut Desa Kala dan Patra,” ujar Suardika.

Lanjut Suardika, pengabdian masyarakat kali ini bukan hanya membantu dalam tataran upacara semata. Tetapi juga dengan pementasan Topeng Sidakarya dan Bondres diharapkan dapat menghibur umat yang merupakan peserta metatah, sehingga pesan keagamaan bisa diterima. “Jadi upacara mereka (peserta, Red) dapat, hiburannya juga dapat. Kami di Pengabdian Masyarakat STAHN Mpu Kuturan memang sudah melakukan secara kontinyu,” tutupnya. (*/Mar)

Sejumlah mahasiswa STAHN Mpu Kuturan Singaraja turut ngayah di acara metatah dan mawinten yang digelar Geriya Taman Sari Asrama, Desa kekekeran, Kecamatan Busungbiu, Rabu (22/5)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *