29 September 2020

Digelar Secara Virtual Dharma Acarya Yudisium 143 Mahasiswa

SINGARAJA, HUMAS MPU KUTURAN-Sebanyak 143 orang mahasiswa Jurusan Dharma Acarya, STAHN Mpu Kuturan Singaraja mengikuti yudisium pada Jumat (26/6) pagi. Pelaksanaan yudisium tahun akademik 2019/2020 jenjang Strata Satu tersebut dilakukan secara virtual di tengah pandemic Covid-19.

Acara yudisium dilangsungkan di lantai II STAHN Mpu Kuturan Singaraja dan dihadiri langsung oleh Wakil Ketua I, Gede Mahardika, S.Ag, M.Fil.H serta Ketua Jurusan Dharma Acarya, Putu Subawa, S.Pd, M.Pd.H. Sejumlah dosen di lingkup Jurusan Dharma Acarya juga turut hadir.

Kendati dilakukan secara virtual, namun beberapa perwakilan yudisium juga diundang langsung untuk menghadiri acara tersebut. Dengan catatan, mereka wajib mengutamatan protocol kesehatan. Selebihnya para yudisium mengikuti acar dari rumah masing-masing melalui aplikasi Zoom Meeting.

Ketua Jurusan Dharma Acarya, Putu Subawa menjelaskan, 143 orang mahasiswa tersebut berasal dari empat prodi. Rinciannya Prodi Pendidikan Agama Hindu (PAH) sebanyak 27 mahasiswa, Prodi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) sebanyak 96 mahasiswa, Prodi Pendidikan Guru PAUD sebanyak 16 mahasiswa dan Prodi Sasatra Agama dan Pendidikan Bahasa Bali sebanyak 4 mahasiswa.

Dalam sambutannya, Putu Subawa berpesan agar ilmu yang didapatkan dapat bermanfaat di kehidupan masyarakat nanti. “Kami berharap pengukuhan kelulusan Saudara /Saudari menjadi bekal untuk menegakkan kebenaran dan kejujuran di masyarakat,” pesannya.

Lanjutnya, tingkat capaian kelulusan mahasiswa dari tahun ke tahun semakin baik. Tercatat bahwa mahasiswa Jurusan Dharma Acarya selain aktif dalam kegiatan akademik di kampus juga aktif mengikuti organisasi di lingkungan Lembaga yang dapat menunjang akademiknya.

Mahasiswa Jurusan Dharma Acarya juga banyak yang telah menorehkan prestasi akademik maupun non-akademik. Prestasi tersebut sangat mendukung dengan akan diberlakukannya SKPI atau Surat Keterangan Pendamping Ijazah.

SKPI sebut Subawa dikeluarkan untuk mendampingi ijazah dan transkrip akademik. Jika ijazah merupakan bukti telah selesainya suatu jenjang pendidikan tertentu dan transkrip nilai adalah daftar nilai pencapaian selama menempuh perkuliahan. “Maka SKPI menerangkan kemampuan yang dibutuhkan sebagai prasayarat dalam persaingan dunia kerja dilihat dari latar belakang lulusannya,” pungkasnya.

Sementara itu Wakil Ketua I, STAHN Mpu Kuturan Singaraja, Gede Mahardika mengatakan ratusan mahasiswa yang diyudisium menandakan telah sukses mengikuti pendidikan di kampus selama 4 tahun. Pihaknya pun meminta agar para lulusan tetap menjaga nama baik almamater di masyarakat.

“Ilmu pengetahuan yang diperoleh di kampus silahkan diamalkan di masyarakat sesuai dengan profil lulusan masiang-masing. Nanti setelah diwisuda, saudara akan sebagai alumni. kembangkan potensi diri di masyarakat, jaga nama baik lembaga. Sebarkan di masyarakat bawah STAHN Mpu kuturan Singaraja memiliki potensi yang luar biasa,” harapnya. (mar/hms)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *